PT Panca Wira Usaha Jawa Timur (PWU Jatim) menangkap peluang investasi dari rencana ekspansi PT Cheil Jedang Indonesia (CJI) dalam pengembangan industri tepung tapioka. Meski ekspansi tersebut awalnya diarahkan ke luar Jawa Timur, PT PWU Jatim melihat peluang strategis dengan menawarkan pemanfaatan aset pabrik tapioka yang dimiliki untuk dikerjasamakan.
Penjajakan kolaborasi ini berlangsung pada Rabu, (28/1) antara General Manager dan Logistik PT CJI Pasuruan Jems Tampi dengan Direktur Utama PT PWU Jatim Erlangga Satriagung, didampingi jajaran manajemen PWU Jatim dan anak usaha.
Dalam pertemuan tersebut, PT CJI menyampaikan rencana pengembangan industri tepung tapioka sebagai bagian dari strategi penguatan pasokan bahan baku industrinya. Menanggapi rencana tersebut, PWU Jatim menawarkan alternatif investasi melalui optimalisasi pabrik tepung tapioka di Tuban milik anak usahanya , PT Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga dan saat ini beroperasi belum optimal.
PT Cheil Jedang Indonesia merupakan bagian dari CJ Group, perusahaan global asal Korea Selatan yang bergerak di sektor pangan, bioteknologi, dan logistik. Di Indonesia, PT CJI dikenal sebagai perusahaan manufaktur berbasis fermentasi dan bioteknologi dengan fasilitas produksi berskala besar, termasuk di Pasuruan, Jawa Timur.
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur dan holding company Wira Jatim Group, PWU Jatim memandang kolaborasi ini sejalan dengan strategi korporasi dalam mengoptimalkan aset produktif, memperluas kemitraan strategis, serta meningkatkan nilai ekonomi perusahaan.
“Dari sisi fasilitas dan kesiapan operasional, pabrik sudah siap. Tantangan utama ada pada ketersediaan bahan baku. Selebihnya tinggal dijalankan,” ujar Direktur Utama PT PWU Jatim Erlangga Satriagung.
Untuk menjamin keberlanjutan pasokan, PT PWU Jatim mendorong pengembangan skema kemitraan plasma dengan petani singkong lokal. Skema ini dinilai tidak hanya memperkuat kepastian bahan baku bagi industri, tetapi juga menciptakan multiplier effect melalui peningkatan pendapatan petani dan pergerakan ekonomi lokal.
Melalui penjajakan kolaborasi ini, PWU Jatim menegaskan posisinya sebagai BUMD yang adaptif terhadap dinamika pasar, proaktif menangkap peluang investasi, serta berorientasi pada penguatan kinerja bisnis dan nilai tambah ekonomi jangka panjang.
|
|
|---|




.jpeg)
