Dari Zakat Produktif hingga Bansos, Warga Nganjuk Terima Beragam Bantuan

Wirajatim

Nganjuk – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan komitmen dalam memperkuat perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran berbagai bantuan di Kabupaten Nganjuk. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari Rp5,1 miliar, mencakup zakat produktif, bantuan sosial, hingga program pemberdayaan desa.
Salah satu bentuk dukungan datang dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur, yang menyalurkan zakat produktif kepada 50 warga Nganjuk. Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp500 ribu, dengan total bantuan senilai Rp25 juta. Penyerahan bantuan salah satunya dilakukan langsung salah satunya oleh Direktur Utama PT PWU Jatim, Erlangga Satriagung.
“Zakat produktif ini bukan sekadar wujud kepedulian, tetapi juga dorongan agar masyarakat dapat lebih mandiri secara ekonomi. Kami harap bantuan ini dapat menjadi pemicu perubahan,” ujar Erlangga.
Selain PWU Jatim, kegiatan penyaluran bantuan juga melibatkan sejumlah BUMD lain seperti PT Bank Jatim, PT BPR Jatim, PT Jamkrida Jatim, PT Jatim Grha Utama, dan PT Air Bersih Jatim.
Melalui Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan sosial dengan total nilai Rp5.181.660.100. Bantuan tersebut terdiri dari:
• PKH Plus untuk 1.500 lansia sebesar Rp3 miliar
• ASPD untuk 89 penyandang disabilitas sebesar Rp320,4 juta
• KIP PPKS Jawara untuk 9 penerima sebesar Rp27 juta
• BLT DBHCHT untuk 149 buruh pabrik rokok sebesar Rp197,5 juta
• Alat bantu mobilitas untuk 14 orang sebesar Rp57,9 juta
• BOP Tali Asih untuk 160 pilar sosial sebesar Rp613,8 juta
Tak hanya itu, delapan desa di Nganjuk turut menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) senilai Rp940 juta. Bantuan tersebut digunakan untuk penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pelaksanaan program Desa Berdaya, serta pemberdayaan usaha perempuan melalui program Jatim Puspa.
Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, KH. Akhmad Jazuli, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok rentan.
“Melalui sinergi ini, kami berharap masyarakat tidak hanya terbantu secara jangka pendek, tetapi juga dapat bangkit, mandiri, dan keluar dari kemiskinan,” ungkap Jazuli.
Sinergi antara Pemprov Jatim dan BUMD diharapkan menjadi kekuatan nyata dalam menghadirkan solusi bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi untuk penguatan ekonomi berbasis komunitas di daerah. (*/win)

Wirajatim Wirajatim
Share this Post:

Related Posts: