Indonesian Arabic Chinese (Simplified) English Japanese

Rapat Koordinasi Gubernur Jatim Terkait Pemberdayaan Aset dan Program Strategis Perusahaan Tahun 2021

 

Rapat koordinasi dan Program Strategis PT Panca Wira Usaha Jawa Timur Tahun 2021 bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, telah dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2021 melalui zoom meeting. Rapat tersebut diikuti juga oleh 8 (delapan) orang Direksi Anak Perusahaan milik PT PWU Jatim sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur, dengan fokus utama pembahasan adalah upaya peningkatan pendapatan perusahaan sehingga dapat memberikan manfaat bagi perekonomian Jawa Timur.
Di dalam rapat via teleconference, Direktur PT PWU Erlangga Satriagung memaparkan terkait kinerja perusahaan salama 3 tahun terakhir dan laporan mengenai aset PT PWU Jatim

Erlangga menjelaskan ada 3 klasifikasi aset PT PWU Jatim yaitu aset hijau , kuning dan merah. Aset hijau adalah aset yang  dikuasai PT PWU dan tidak ada masalah hukum, Aset kuning merupakan aset masih dalam proses hukum dan Aset Merah adalah aset yang dikuasai pihak ketiga, belum diketemukan dan dokumen tidak ada. PT PWU Jatim yang memiliki 112 titik aset yang tersebar di kabupaten/kota di Jawa Timur menjadi perhatian Gubernur Jawa Timur. PT PWU Jatim sejauh ini telah melakukan upaya-upaya penyelamatan aset dengan bekerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk pendampingan hukum dan melakukan inventarisasi aset oleh Tim Aset Internal PWU. Selain itu, KaBiro Perekonomian Provinsi Jawa Timur Tiat S Suwardi, mengusulkan kepada Bu Gubernur untuk dibentuk Tim Task Force  yang bersifat komprehensif untuk menangani permasalahan-permasalahan aset milik PT PWU Jatim. PT PWU Jatim juga menyampaikan beberapa permaslalahan yang dihadapi, termasuk kendala regulasi PP No.54 tahun 2017 tentang BUMD dan Perda Provinsi Jawa Timur No. 8 tahun 2019 tentang BUMD sehingga pemberdayaan aset PT PWU Jatim belum bisa optimal.

Selain itu Erlangga juga menyampaikan PT Jatim Husada Farma (JHF) yang merupakan anak perusahaan PT PWU yang bergerak di bidang Pedagang Besar Farmasi (PBF) proses perijinannya sudah selesai dan selanjutnya akan melaporkan lebih detailnya kepada Gubernur Jawa Timur. Sementara itu ada dua Anak Perusahaan PT PWU Jatim yang kedepannya diharapkan bisa lebih profit yaitu PT Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim dan PT Kasa Husada Wira Jatim, hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Prov. Jatim Aris Mukiyono, karena pada saat Jatim Investival tahun 2020 PT Kasa Husada menjadi primadona investor luar negeri.
Untuk menunjang kinerja anak perusahaan untuk bisa lebih bagus lagi perlu dilakukan diantaranya peremajaan mesin produksi, karena banyak mesin-mesin produksi yang sudah tua, peningkatan kualitas SDM, renovasi bangunan pabrik dan memperluas jangkuan pasar. (/win)

 

Site Login